Sang Wanita Kepala Keluarga
Sejak
2 tahun yang lalu, bu Zaimar menggantikan suaminya sebagai kepala keluarga.
Semua hal yang biasanya dikerjakan oleh suaminya kini semua ditanggungannya
semenjak suami bu zaimar menjadi korban tabrak lagi di daerah kajhu dekat
tempat tinggalnya, dan sampai saat ini suami bu zaimar hanya terbaring di atas
kasur.
karena hal inilah sekarang bu zaimar menjadi seorang pengemis yang meminta minta uang atau bantuan dana di tempat umum seperti dimana saya menjumpai bu zaimar
karena hal inilah sekarang bu zaimar menjadi seorang pengemis yang meminta minta uang atau bantuan dana di tempat umum seperti dimana saya menjumpai bu zaimar
Ibu Zaimar yang lahir pada tahun 1980 an ini adalah penduduk
asli warga Aceh Barat Daya (Abdya) yang merantau dan tinggal di banda aceh
sebelum tragedi Tsunami terjadi sekitar tahun 2003 dan tinggal tepatnya di
daerah kajhu.
Sudah 2 tahun lebih bu zaimar meminta minta bantuan dana di
tempat umum untuk memenuhi kebutuhan sehari hari keluarga serta untuk biaya
mengobati suaminya yang sakit. Awalnya suaminya yang bekerja mencari dan
menjual atom atau barang bekas dengan becak ia berkeliling mencari barang bekas
agar dapat memenuhi kebutuhan hidup sehari hari terutama makan, tapi kini bu
zaimar hanya mampu meminta pertolongan bantuan dana dari orang orang untuk
memenuhi kebutuhan hidup dan untuk mengobati suaminya
Ibu Zaimar memiliki 3 orang anak, yang paling tua masih
duduk di bangku sekolah dasar (SD) dengan usia 8 tahun yang setiap pulang
sekolah selalu ikut bu zaimar meminta minta. 2 orang anaknya yang masih berumur
6 dan 5 tahun sekarang dititipkan di Abdya dirumah neneknya, neneknya dikampung
bekerja sebagai petani yg selalu menanam padi disawah, sampai saat ini bu
zaimar tidak pernah pulang lagi ke Abdya dan hanya mengirimkan uang jika
memiliki penghasilan lebih untuk kedua anaknya yg tinggal bersama neneknya. Dan
ongkos yang mahal juga menjadi alasan bu zaimar tidak pernah pulang lagi ke
tanah asalnya Abdya
Ketika kami menanyakan masalah penghasilan, bu zaimar
bercerita bahwa dulu ketika suaminya yang bekerja mereka bisa dapat penghasilan
yang lumayan untuk keluarganya berbeda dengan sekarang yang belum tentu bisa
makan 3kali dalam sehari. Hanya 1 alasan bu Zaimar meminta minta adalah karna
suaminya terbaring dikasur karna sakit parah yang dideritanya, bu zaimar sudah
membawa suaminya berobat namun karna kekurangan uang untuk membayar biaya
perawatan makanya suaminya kini hanaya terbaring diatas kasur
dan bu zaimar meminta minta juga karna ingin menyembuhkan penyakit suaminya.
dan bu zaimar meminta minta juga karna ingin menyembuhkan penyakit suaminya.
Setiap hari mulai pukul 10.00 pagi beliau pergi menggunakan
labi labi ke arah kota banda aceh untuk meminta minta hingga pukul 18.00 dan
dalam sehari bu zaimar bisa mendapatkan uang sebanyak 100.000 - 150.000 rupiah
dalam sehari dan itu belum dipotong untuk ongkos angkutan serta makan beliau
beserta anaknya yang selalu dibawa ketika ia meminta minta.
Sebelum suaminya sakit dan beliau meminta minta, ia juga
tidak punya pekerjaan. Bu Zaimar hanya mengajar ngaji anak anak di lingkungan
rumahnya. Dan ketika kami tanya kenapa beliau tidak mau bekerja dan lebih
memilih meminta minta beliau menjawab karna meminta minta tidak capek
dibandingkan dengan mencuci atau menggosok baju dirumah orang dan beliau hanya
ingin berjualan klontong atau kios kecil jika ada yang mau memberikan beliau
modal awal untuk buka usaha.



Comments
Post a Comment