Pameran DEKRANASDA ACEH

Kunjungan pameran DEKRANASDA Aceh di Anjong Mon Mata

Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Aceh menyelenggarakan pameran kerajinan dan makanan unggulan dari 23 kabupaten/kota di Anjong mon mata banda Aceh, pada 11-13 Desember 2017. Kegiatan itu digelar dalam rangka Rapat Kerja Daerah (RAKERDA) Dekranasda se-Aceh.


Produk-produk kerajinan yang di pamerkan dan di perjualbelikan adalah berbagai kerajinan unggulan dari masing-masing daerah, seperti aneka kerajinanan bordir kerawang, sulaman benang emas/ kasab, anyaman pandan seperti aneka produk dari tikar, tenun khas masing2 daerah, kerajinan batang kelapa, batik Aceh, rajutan dan berbagai jenis kerajinan kreatif lainnya.


Pameran ini dibuka untuk umum, dan sangat ramai masyarakat yang berkunjung, antusias masyarakat terhadap karya seni daerah kabupaten/kota di Aceh sangat baik dengan adanya acara pameran ini. Pameran Dekranasda ini  dibuka mulai pukul 09.00 sampai dengan pukul 21.00 wib.
Pameran ini juga menjadi ajang bagi masyarakat yang ingin mengetahui produk kerajinan dari 23 kabupaten/kota yang ada di Aceh.






Pameran ini merupakan kegiatan pendukung dari Rakerda Dekranasda se Aceh, rapat kerja tersebut membahas program-program kerja Dekranasda se Aceh dan isu-isu strategis lainnya dalam rangka mendukung program pemerintah di daerahnya masing-masing. Kegiatan ini diikuti oleh para istri bupati/walikota selaku ketua Dekranasda dari 23 kabupaten/kota se Aceh.

Tidak hanya memamerkan hasil karya seni, ada perlombaan  kerajinan yang dilombakan seperti lomba Desa Kerajinan, Motif Warisan Budaya, Produk Unggulan Pelestarian Budaya dan Produk Kerajinan Inovatif.

Tujuan diadakannya rapat kerja serta pameran Dekranasda Aceh 2017 ini adalah untuk mendorong tumbuhnya inovasi dan kreativitas para perajin agar mampu menghasilkan produk yang kompetitif dan berkualitas serta memajukan kerajinan tradisional Aceh, terutama dalam menghadapi persaingan di era pasar bebas saat ini.






Comments

Popular posts from this blog

Masril Koto Sang Pendiri Bank Tani

Sang Wanita Kepala Keluarga

Aceh Kaya Tapi Miskin